|Kenapa Politik Itu Relevan: Catatan Ringan dari Sudut Pandang Anak Muda|
Saya dulu bukan tipe orang yang suka bahas politik. Bukan karena nggak peduli, tapi lebih karena bingung harus mulai dari mana. Banyak istilah rumit, banyak tokoh yang sama sekali tidak saya kenal. Dan jujur saja, berita politik di TV juga sering membuat saya tambah malas — nadanya tinggi, isinya debat yang entah kenapa terasa jauh dari realita saya.
Tapi beberapa tahun belakangan, saya mulai merasa bahwa menutup mata terhadap politik justru membuat keadaan tidak berubah. Malah lebih buruk. Harga naik, ruang berekspresi dibatasi, kebijakan kampus berubah mendadak, dan anehnya... tak satu pun dari itu saya pahami prosesnya.
Politik Itu Dekat, Meski Tak Terlihat
Saya mulai menyadari bahwa keputusan politik itu tidak hanya ada di DPR atau kantor kementerian. Ia menyusup ke banyak aspek sehari-hari. Harga beras di warung? Kebijakan subsidi pendidikan? Bahkan jam malam yang tiba-tiba diberlakukan di lingkungan tempat saya tinggal? Semuanya produk kebijakan — dan semua kebijakan adalah hasil dari proses politik.
Artinya, kita memang bisa bilang "saya nggak peduli", tapi keputusan politik tetap akan memengaruhi kita. Entah kita ikut atau tidak.
Suara Anak Muda Itu Besar, Tapi Sering Tak Dianggap
Pemilu 2024 yang lalu kelihatan bahwa suara milenial dan Gen Z mendominasi lebih dari separuh total pemilih. Tapi anehnya, banyak yang justru tidak menggunakan hak suaranya. Sebagian bilang "semuanya sama aja", sebagian lagi bilang "gak ngerti siapa yang layak".
Saya tidak sedang menyalahkan siapapun, karena dulu saya pun begitu. Tapi setelah sedikit-sedikit membaca dan ikut diskusi, saya paham satu hal: sistem politik tidak akan berubah kalau kita terus diam. Kalau yang punya kepentingan tetap bersuara, dan yang dirugikan tetap diam, ya sistemnya akan terus seperti itu.
Tidak Harus Jadi Aktivis untuk Peduli Politik
Mungkin banyak yang merasa, kalau kita peduli politik, harus jadi aktivis atau ikut organisasi besar. Padahal tidak harus seperti itu.
Saya sendiri bukan orang yang aktif turun ke jalan. Tapi saya mulai membaca. Lalu kadang menulis. Kadang juga hanya berdiskusi dengan teman, atau sesekali menyebarkan informasi yang saya rasa penting ke orang lain. Dan itu, saya kira, juga bentuk partisipasi.
Kita bisa memilih bentuk keterlibatan yang sesuai dengan kenyamanan kita. Yang penting: tidak pasif sepenuhnya.
Telisik Politik: Sebuah Ruang untuk Belajar, Bukan Menggurui
Blog ini bukan tempat orang sok pintar tapi ruang untuk banyak belajar. Saya percaya, kalau kita belajar bareng, kita bisa paham lebih cepat. Jadi, kita tidak mudah dibohongi karena kita paham.
Di sini saya akan menulis hal-hal yang mungkin juga kamu pikirkan, tapi belum sempat kamu bahas. Tentang kenapa sistem politik bisa terasa membingungkan. Tentang siapa yang memegang kendali. Tentang mengapa suara kita sebenarnya penting.
Saya tidak menawarkan jawaban pasti. Tapi saya percaya, bertanya adalah langkah pertama yang tidak bisa diremehkan.
📌 Baca juga:
5 Mitos Politik Anak Muda yang Perlu Kamu Bongkar
📬 Punya unek-unek soal politik?
Kirim ke: saifoelhakim@gmail.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar